Tarian Sakral yang Berbunyi "Cak, cak, cak " tanpa Bantuan Alat Musik
Tari Kecak adalah pertunjukkan seni tradisional Bali yang sudah sangat dikenal sebagai salah satu kesenian tari yang sangat menawan. Gerakan yang dinamis berpadu dengan irama yang dinyanyikan sekelompok pria selalu mampu menyihir imajinasi penonton.Diambil dari cerita Kita Adi Parwa, Tari Kecak menceritakan tentang perjalanan Sang Garuda yang harus rela menjadi tunggangan Dewa Wisnu demi Tirta Amerta di surga untuk membebaskan sang Ibu dari perbudakan.
Sesuai legenda, tari Kecak ini dikemas apik dan sangat sakral, dimana pertunjukkan tarian ini dibawakan oleh puluhan laki-laki tanpa membawakan alat musik, kemudian berbaris dan melingkar lalu mengangkat kedua tangannya sambil menyerukan kata “cak, cak, cak ” secara berirama di telinga. Suguhan tarian Kecak ini menceritakan kisah Dewa Wisnu dengan sang Garuda sebagai tunggangannya. Cerita dimulai dari para bidadari dan raksasa penjaga surga yang sedang bercanda ria, tiba-tiba kedatangan Sang Garuda yang dianggap asing dan menganggu maka sontak para raksasa penjaga surga bersama Dewa Indra sang penguasa surga berusaha menangkapnya namun kekuatannya melebihi para raksasa penjaga surga.
Tari Kecak sendiri memiliki beragam versi, sedangkan tari Kecak diatas merupakan versi GWK(Garuda Wisnu Kencana). Di GWK tidak hanya jika ada event-event tertentu ditampilkan tari Kecak, akan tetapi sudah memiliki jadwal setiap harinya pada pukul 18.00. GWK menampilkan pemandangan yang indah pada saat senja. Kita bisa datang lebih awal untuk mengelilingi setiap sudut GWK, lalu berfoto-foto karena pemandangannya sayang untuk dilewatkan begitu saja. Kemudian, jika sudah mendekati waktunya, kita bisa duduk ditempat yang nyaman untuk menonton penampilannya. Saat duduk dan menikmati tarian-tarian yang ditampilkan kita tak akan lelah atau bosan karena jika kita melihat ke atas, samping, depan, belakang kita bisa menikmati betapa luas dan indah struktur alam yang ada, tak lupa para penari memiliki ikatan komunikasi yang kuat kepada penonton yang membuat kita merasa nyaman, ikut tertawa ketika para penari berkomedi dan tak berkedip ketika adegan menegangkan.
#budayasaya



Komentar
Posting Komentar